Archive for November, 2006

i-Rock! RUBY THURSDAY, 21.12.06 @ Mario’s Place Cikini

Tuesday, November 28th, 2006

i-Rock! RUBY THURSDAY 21.12.06 Complete Setlist

EL ZED
Immigrant Song
Thank You
Kashmir
Misty Mountain Hop
Communication Breakdown
Dazed And Confused
Since I’ve Been Loving You
Heartbreaker

encore : Rock And Roll

ACID SPEED
Start Me Up
Jumping Jack Flash
The Last Time
Dead Flowers
Miss You
Sympathy For The Devil
She’s A Rainbow
Ruby Tuesday (feat. Abadi Soesman on keyboard)
The Spider And The Fly (feat. Abadi Soesman on keyboard)
19th Nervous Breakdown
Like A Rolling Stone
It’s Only Rock And Roll (But I Like It)
You Can’t Always Get What You Want
Honky Tonky Women
Street Fighting Man
I Got The Blues
It’s All Over Now
(I Can’t Get No) Satisfaction

encore : Paint It Black

review ALLAKHAZAAM - Rekode

Wednesday, November 15th, 2006

CD ALLAKHAZAAM - Rekode bisa diorder melalui irock.comm@gmail.com
dengan harga Rp.35.000 (belum termasuk ongkos kirim)

***

Album ini dibuka dengan "Kosong" yang lembut
melambung, mengalun dengan melodi indah dan vocal
jernih. Diawali dengan sentilan bass halus dan
background riff yang halus banget (saking halunya,
hanya bias terdeteksi dari suara headphone Senheizer.
Kalo merek lain kayaknya gak keluar deh. Kuak kak kak
kak kak kak …). Yang menakjubkan adalah sonic quality
dari CD yang menurut gw bagus sekali kalo enggan
mengatakan sempurna. Sang producer, Fany, ada di milis
ini. Top Fany! Kayaknya gw belum pernah denger grup
Indonesia dengan kualitas audio sejernih ini (hemm …
jangan gede kepala ya Fany .. ha ha ha ha …). Ini
pengakuaan serius lho, gw gak becanda. Musiknya
ambient, mengambang, melayang gitulah … Suara piano
dan musik riff di altar sangat nyaman di telinga. Ada
insert suara Yuni Shara juga bagus sekali, apalagi ada
back ground string section plus sentuhan piano yang
menyayat sukma menonjok kalbu. Wis jan musik pembuka
ini top tenan! Gw kagak peduli disebut lagu ini POP
atau ROCK gak masalah, yang jelas komposisinya indah,
sederhana, namun menawan. Duet vokal Alby Smith dan
Yuni Shara top markotop. Hmmm… kebayang kalo musik
pop seperti ini semua, melambung tenan gw … Kalo mau
dibilang, musiknya ada bau Radiohead, U2, Porcupine
Tree, Muse, Marillion (Hogarth era), Within Temptation
dan Evanescence.

Lagu kedua "Aku Dan Semua" bisa dikategorikan rock
tulen meski gak harus penuh distorsi. Bahkan gw lagi2
kagum sama mixingnya yang bagus banget. Suara riff
gitar sengaja dibuat halus banget. Bahkan suara gitar
solo tidak memekakkan telinga tapi tetep keluar suara
melodinya. Bagi yang pernah punya album ALI AKBAR
bertajuk "Tiga Dewa Gitar" (karena ada Ian Antono, Pay
dan Eet Syahrani) lagu kedua ini sealiran dengan album
Ali Akbar tersebut, setidaknya pada lagu "Puisiku
Terbang" atau "Topeng". Tapi gak ngejiplak lho!
Sealiran doang.

"Titik Balik" kembali membawa kita ke nuansa perpaduan
antara Porcupine Tree dan Within Temptation dikemas
secara sederhana, tidak muluk-muluk, tapi enak banget
di telinga. Ada gitar riffs yang sengaja ditonjolkan,
digabung dengan drum di akhir lagu. "Jika Harus
Memilih" ngegroove banget dan ada suara vokal jarak
jauh di awal lagu disertai riff halus dilanjut dengan
olah vokal dengan gaya Ikang Fauzi. Enak dinikmati.
Sekali lagi, nuansa musik Ali Akbar gw tangkep lagi.
"Bawah Sadar" membawa ke suasana pop dengan olah piano
indah dan sederhana mengiringi vokal. Sebelum masuk
chorus ada sedikit break yang mengingatkan kita ke
gaya sentilan gitar Hackett di Genesis. Tapi jangan
harap lagu ini berkelok kayak Genesis lho. Struktur
lagunya sendiri lurus-lurus aja seperti lagu
Evanescence atau Within Temptation. Enak di kuping dan
di hati. Aduh nikmatnya pas di menit 2:01 suara vokal
berakhir panjang terus dilanjut suara gitar solo
bersuara halus … aduh mak nggeblak! Uediyan …!!!
Memang terkadang gw bisa nggeblak karena sekedar
sedetik segmen indah kayak gini. Top man!

"Kau Pikir?" mungkin bisa menghibur penggemar metal
sejati karena riff nya metal banget. Cuman jangan
berharap suara gitarnya tajem ya. Semuanya dikemas
secara halus jadi soundnya jangan dibandingkan dengan
"And Justice For All" nya Metallica lho. Suara riff
gitar nya alus banget. Tapi tetep, lagu ini
menghentak.  "Bagian Yang Salah" membawa kita ke
musical break dengan sentuhan piano dan sauar violin
(?) mengalun menyertai vokal. Melambung dah denger
lagu ini. Gw suka nih lagu. Sumpah cing! Emangnya
rocker ndak boleh suka lagu pop? Eits, jangan salah,
lagu ini ada gitar solonya lho – meski pendek namun
tetep menawan. Apalagi suara pianonya itu lho menohok.

"Batas Waktu" mengingatkan gw pada musik U2 (apa ya
judulnya? "Without You"? Gak tahu lah, mungkin Mamak
bisa bantu) di bagian intronya. Namun tiba2 JRENG! Ada
bunyi riff musik menghunjam terus pelan lagi, vokal
masuk. Jadi ya nggak U2 persis lah. "Menuju Terang"
memiliki bagian intro yang bagus dan pada saat vokal
masuk, musiknya seperti musik U2 dengan sentilan gitar
di altar. Interlude musiknya bagus. Suara Alby bagus
pada nada tinggi dan juga rendah. Bagi yang suka gitar
solo ala musik rock, elo bisa nikmatin di lagu ini.
Keren bok!

"Insomnia" yang kata Adhi bagus, memang bagus beneran.
Tapi awas, jangan mulai menikmati album ini dari lagu
ini, bahaya!!! Kenapa? Kalo elo mulai dari lagu ini,
elo gak bakalan eksploratif dalam memahami karya
musikal "Re-kode" ini karena elo bakalan tertambat di
lagu ini. Kenapa? Lagu ini jelas cepet akrab ama
kuping kita karena diawali dengan guitar riffs yang
sejenis Led Zeppelin atau Audioslave – membuat kita
terlena karena begitulah musik rock dulu diciptakan
dengan warna gitar seperti ini. Nah kalo elo udah
denger ini lagu dulu, elo bakalan stagnan kagak mau
dengerin lagu lainnya lagi. Makanya gw salut ama
producer (lagi2 Fany!) yang piawai dengan menempatkan
lagu ini di bagian akhir. Pilihan yang ciamik pol! Gw
yakin 100% kalo lagu ini ditaruh didepan, bakalan
banyak yang gak mau denger lagu lainnya. Padahal, lagu
lainnya bagus semua lho!

"Kazamtribe" (bonus track) merupakan lagu instrumental
indah menawan dan bener2 sempurna! Inilah puncak
kecanggihan mixing yang bagus album ini karena semua
suara ditampillkan seimbang tanpa mengorbankan detil2
nya. Lagunya cukup sederhana di telinga gw tapi sangat
memikat! Sekali denger langsung BLENG masuk telinga
dan hati. Kenapa gw bilang mixingnya bagus? Lu coba
dengerin dengan stereo set yang bagus (atau pake
headphone Senheizer) di awal lagu ada bunyi efek yang
pindah dari kanal kanan ke kiri dan kembali kiri terus
kanan lagi dengan halus sekali. Enak di kuping. Lagu
ini juga ada string section di bagian akhirnya, indah
banget arrangement nya – kayak Nightwish album "Once".

KESIMPULAN:

ALLAKHAZAAM "Re-kode" TOP MARKOTOP!!!! Bikin gw
nggeblak!!! (Btw, hari ini gw udah puter dua kali
penuh satu album. Huenak tenaaaaannnnnn!!!)

ALLAKHAZAAM rules!

Hey man .. this is the time to praise our local hero!
Yeeeeeaaaahhhhhhh!!!!!

Bagi yang pernah denger Within Temptation, U2,
Porcupine Tree, Marillion "Marbles", Ali Akbar,
Evanescence akan menyukai album ini. Percayalah!

Btw, saking senengnya ama album ini, gw udah ketik
semua judul lagunya di internet. Jadi kalo kalian
setel CDnya, sreettt ….! semua judul lagu akan
keluar di PC kalo kalian "connected" to the net …

JRENG!

review by :
Gatot Widayanto
Special Collaborator @ ProgArchives
http://www.progarchives.com/Collaborators.asp?id=405

review BERNARD B2N - Helping Hands

Wednesday, November 15th, 2006

CD Bernard B2N bisa dipesan melalui irock.comm@gmail.com seharga Rp.45.000 (belum termasuk ongkos kirim).

***

Bernard B2N on HELPING HANDS
review by : Didik <Didik@fscm.co.id>

Bagi yang belum kenal. Bernard B2N adalah salah satu gitaris Indonesia alumni GIT (Guitar Institute Of Technology) yang sekarang menjadi tokoh eksekutif IMI (Institut Musik Indonesia). Satu dari sedikit lembaga pendidikan musik formal di Indonesia.

Pada tahun 2001 sempat menjadi saah satu performer di ProgFest yang diselenggarakan oleh IPS(Indonesian Progressive Society).

Pada tahun itu pula dia menghasilkan album I bertajuk Searching For The Dream. Album instrumental gitar yang padat bergizi di tengah kekekeringan khazanah musik Indonesia akan kreatifitas musik yang berkualitas & inovatif saat itu (Hingga saat ini).

Di tahun 2006 ini B2N kembali menebarkan pesonanya melalui album II-nya, Helping Hands. Berbeda dari album I, pada album ini B2N tampak lebih percaya diri untuk menampilkan idealisme bermusiknya. Variasi style masih nampak (rupanya B2N tidak mau terikat dengan satu genre tertentu) Namun jauh lebih terintegrasi & menyatu pada setiap komposisi yang dia hasilkan. Tidak seperti pada album I yang terkesan berdiri sendiri-sendiri.

Didominasi warna fusion ala Tohpati (saat di Simak Dialog), Greg Howe & Tony MacAlpine (saat di CAB, Chambers-mac Alpine-Brunnel), dengan sound gitar yang cenderung lebih nge-rock untuk dibilang jazz.

Diimbangi dengan kualitas permainan yang lebih terasah. B2N banyak menampilkan teknik permainan gitar legato– teknik memainkan rangkaian nada yang terdengar mengalir, dengan satu petikan yang mampu menghasilkan lebih dari satu nada. Allan Holdsworth, Greg Howe & Brett Garsed adalah beberapa gitaris yang sangat dikenal dengan teknik permainan ini.

Tak ketinggalan pula, seperti pada album I, nada-nada melodius pada track-track ballad yang mengingatkan pada Neil Zaza ataupun Earl Klugh dihadirkan pula sebagai penyejuk di tengah kompleksitas permainan yang cukup dominan di album ini.

Sinkop & mode(rangkaian nada dengan interval tertentu) khas fusion / jazz rupanya juga sudah menjadi warna permainan yang diinginkan B2N untuk dieksekusi sebagai salah satu warna khasnya. Sementara struktur komposisi masih banyak mengacu pada warna pop & rock. Belum sepenuhnya mengeksekusi warna jazz / fusion yang lebih bebas & penuh improvisasi bersifat spontan.

Satu hal yang istimewa pula bahwa tema melodi juga sangat diperhatikan sebagai penghantar & benang merah pada setiap komposisi. Menampilkan karakter yang kuat untuk sebagai unsur pembeda dari setiap komposisi. Menjadi istimewa karena kecenderungan dari para instrumentalis untuk mengumbar skill-nya namun lupa dengan faktor tema melodi sebagai karakter utama suatu komposisi.

Warna rock terutama terdengar pada sound yang digunakan & beat-beat yang dibangun oleh pola permainan drum..

Tiga track dari album I ditampilkan pula dengan aransemen ulang yang tidak terlalu jauh berbeda dari aslinya, namun dengan kualitas permainan & sound yang jauh lebih baik.

Overall, Helping Hands layak menjadi koleksi dari para instrumental guitar mania. B2N mungkin belum sepenuhnya menemukan original stylenya. Namun kualitas permainan & songwritingnya layak untuk diapresiasi secara khusus. Dan yang pasti, karya-karya berikutnya sangatlah patut untuk ditunggu, karena B2N menjanjikan peluang untuk berkembang lebih jauh lagi.

Recommended !!

review ANGRA - Aurora Consurgens

Wednesday, November 15th, 2006

CD ANGRA - Aurora Consurgens pressing lokal akan didistribusikan oleh i-Rock! dengan harga Rp.80.000 (belum termasuk ongkos kirim per keping). Untuk pemesanan, bisa melalui e-mail ke irock.comm@gmail.com

Angra - Aurora Consurgens
by Edwin von Hoof

ANGRA have established themselves over the years as one of the front
runners of the Brazilian music scene as well as a key player on the
European metal market. With Edu Falashi, the band presented the follow
up to the critically acclaimed André Matos on "Rebirth". The man
proven to be a perfect follow up and offers a director and more heavy
direction with his wide ranging voice. Not only that, Angra has
managed to create an upward growth expanding their horizon and kicking
down the barriers of metal. No limitations left, the Brazil quintet
brings Aurora Consurgens, their stronghold!

Aurora Consurgens depicts a much heavier Angra sound with more
progressive elements and a more frontal guitar sound gripping the
listener. Not a typical concept album, though all songs handle about
different mental conditions in direct relation to a person’s dreams
and thoughts, the album is held together by this threat.

"The Course of Nature" is a perfect indication of the sheer quality of
this extraordinary melodic metal band. Angra inflicted the typical
European metal sound with Brazilian percussion and arrangements. This
opening track features all that, as well as a remarkable ear mingling
melody and some awesome guitar shredding from the band’s driving
force, the 6-string tandem Rafael Bittencourt and Kiko Loureiro. But
it is the wide range of Falashi that truly shines again. His voice is
crystal clear, loud, and diverse; much like the dream of every metal
band!

Another unloading quality song is "The Voice Commanding You" with its
battling, hard riffing guitars and twin solos, and bridge featuring
chants. The song is an up speed metal explosion with mega melodic
refrain.

"Ego Painted Grey" is a slow creeping metal track depicting the grey
state of mind, where "Breaking Ties" is a much lighter and more
melodic rock song easily to have been picked as the single release and
a far better choice than the band’s current pick: the opening track.
"Salvation: Suicide" is an upbeat slightly Teutonic metal track again,
setting free the fury. Guitars and keyboards roaring during the
immense progressive mid section, with a spot light on the amazing
double bass drumming of Aqualis Priester. "Window to Nowhere" proceeds
the high pace, yet has some entries of the wider metal spectre, as
well as a mid section with some of the finest humming guitars around
today.

"So Near So Far" is the band’s best accomplishment of blending native
Brazil percussion and arrangements with that of modern metal. The
slightly jazzy undertone provided by Felipe Andreoli on bass creates
depth and passion without falling into mellowness, due to the heavier
and gripping refrain and bridge and a section featuring flamnco sound
and arpeggios flying all over. The craftsmanship is remarkable the
7-minute epic song manages to cling to you instantly. "Passing By" is
mid tempo, where "Scream Your Heart Out" puts down the pedal once
again but stays melodic like its predecessor. Wrapping up this surf
through emotions and mental states is the acoustic ballad "Abandoned
Fate," which is a worthy closure to a remarkable album that brings
something to metal for everyone. The diversity of styles and sounds is
welcomed by many, I’m sure.

The new Angra and their much wider sound is convincing. The band
succeeds in blending their music with ingredients from all over the
world and musical spectre with such finesse that it enlightens. The
raging and fine tuned guitars and keyboards build a wall of sound over
which Falashi can shine with his powerful and diverse voice. The
foundation is rock-hard and heavy, and all is packed solid with
musical craftsmanship. In the meanwhile, you can download the opening
track "The Course of Nature" for free, including artwork to enclose
with your CD single, on their website www.angra.net. The song being
one of the best the band has released thusfar, this is a must!

review CD MUJIZAT - Pilihan (Jawara festival Log Zhelebour X)

Wednesday, November 15th, 2006

Artist  : MUJIZAT
Album   : Pilihan
Rilis   : 2006
Label   : Logiss
Genre   : Modern Hard/Pop Rock

Festival musik rock yang diadakan oleh Log Zhelebour secara rutin
sukses melahirkan band-band raksasa dengan talenta luar biasa seperti
Power Metal, Roxx, Jamrud, Boomerang, dan masih banyak lagi lainnya.
Mujizat, band asal kota Bandung, mengukuhkan diri sebagai
yang terbaik pada festival tahun 2004 dan akhirnya berhasil
merampungkan album perdana mereka yang dikerjakan dengan rapi dan
maksimal selama dua tahun.

Album ini dibuka dengan dentuman drum yang dibarengi rentetan betotan
bas dan raungan
gitar bernuansa gelap. "Pilihan" merupakan single andalan dari album
ini yang juga berhasil
menobatkan gitaris dan bassist Mujizat sebagai yang terbaik pada
festival tersebut.
Dua lagu berikut, "Nasib" dan "Hentikanlah", merupakan perpaduan funk
dan progressive hard rock dengan disertai hentakan double-bass drum
pada chorus.

"Selamatkan Cinta", "Gadis Manis", dan "Ibu" memperlihatkan warna khas
pop-rock Indonesia tapi solo-solo gitarnya tetap asik untuk disimak.
"Terlalu" kembali menampilkan sisi keras dari musik Mujizat dengan
aliran modern rock slow tempo.

Di lagu-lagu berikutnya, Mujizat dengan pintar memadukan groovy rock
dengan chorus pop di  "Begitu Indah" dan sedikit melodic punk di "Tak
Percaya Lagi". "Over Dosis" kembali menjadi salah satu track hard rock
terbaik di album ini yang didominasi gitar dimana pada bagian tengah
lagu sedikit mengingatkan kita akan neoclassical style-nya Yngwie.
"Tangisan" kembali lagi ke jalur modern rock dan "Selamat Jalan"
menutup album ini dengan warna pop-rock yang sedikit lebih kompleks
dari musik Indonesia biasanya.

Album perdana Mujizat sangat menarik untuk dicoba karena selain kaya
akan variasi jenis musik, permainan gitar dan bass-nya juga sangat
berkualitas dengan bukti nyata tropi jawara yang mereka boyong dari
festival Log Zhelebour yang lalu.

Tracklist :
1. Pilihan *
2. Nasib *
3. Hentikanlah *
4. Selamatkan Cinta
5. Gadis Manis
6. Ibu
7. Terlalu *
8. Begitu Indah
9. Tak Percaya Lagi
10. Over Dosis *
11: Tangisan
12: Selamat Jalan
13: Ibu (Karaoke)

*) Best tracks

CD ini bisa dipesan melalui irock.comm@gmail.com seharga Rp.35.000 per keping (belum termasuk ongkos kirim). Hubungi email tersebut untuk detail pembayaran dan pengiriman.